Lagu untuk bumi

Wahai pagi sebelum mentari pergi...
Wahai mentari sebelum senja menjulang...
wahai senja kan hilang menjadi malam...
pagi ini embun jatuh tepat diatas peraduanku..
siang datang...
lagi lagi dia hanya berdiri tegak dan semakin terlihat pongah..
aku terdiam...
kenapa bumi tak mau berbicara...
aku terdiam..
sayup terdengar..
ada rintihan...
kenapa hanya rintihan..
kepada embun aku bertanya..
apa kabar bumi pagi ini...
jawabnya masih sama..
hening tak bergeming..
ketika sekali lagi ku bertanya..
wahai embun ..
bagaimana bumi hari ini...
embun kembali tak menjawab tanyaku...
lalu, kepada siapa aku bertanya tentang bumi..kembali aku bertanya..
wahai sang terik...
sedang apakah bumi siang ini..
sang terik tak  berucap hanya berdiri tegak...
kemudian ku bertanya kembali..
kali ini dengan nada yang lebih lantang..
WAHAI TERIK...
apa kabar bumi siang ini..hems...
kemana aku harus mencari setitik pesan untuk bumi..
mungkin senja akan datang memberiku sebuah kepastian..
lama menunggu senjapun tak tahu kemana perginya bumi..
wahai senja?apa yang membuatmu terdiam dan tenggelam..
jwab aku sebelum kelam menjadi malam...
merenung...
melamun..
jauh...jauh sekali...sayup sekali..sampai sampai aku harus mengaerahkan segala otot yang kupunya tuk mengenali dari mana arah suara ada teriakan..sepertinya memilukan...dari mana datangnya suara tak bertuan itu..........terdengar sumbang dan sedikit mengerikan...



by : @yukiafriani

Comments

Popular Posts